Penulis Ummu Salamah Farosyah dan Ummu Rumman Adakah dari kita yang tidak mengetahui bahwa suatu ketika akan datang kematian pada kita. Allah Ta’ala telah berfirman, yang artinya, “Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Dan kami benar-benar akan menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan, dan kepada kamilah kalian akan dikembalikan.” (QS. Al 2 Konsil Konstantinopel (381 M) mengulangi penegasan Konsili Nicea yang meyakinkan bahwa pribadi Yesus Kristus adalah 100% Allah dan 100% manusia. 3. Konsili Chalcedon (451 M) selanjutnya merumuskan hubungan antara Keilahian Kristus dan Kemanusiaan Kristus ini sebagai berikut : Bahwa Yesus memiliki dua natur dalam satu pribadiNya. Tetapiseorang Mukmin sejati adalah seorang Muslim sejati. Karenanya, Allah (swt) berfirman, “Yaa Ayyuhal ladziina Aamanuu” “Kalian, kalian yang Mukmin, kalian tahu, dan kalian dapat menghargai apa yang telah Ku-karuniakan padamu, kalian Fast Money. Status, kedudukan dan kualitas manusia, sesungguhnya ditentukan oleh dirinya sendiri. Setiap orang normal, dibekali oleh Allah dengan potensi yang seimbang, masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahan. Sebagai potensi untuk mengembangkan dirinya sendiri, manusia diberi akal dan pikiran serta kemauan, kehendak dan kemampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan kejadian fisik dan mentalnya yang sangat sempurna. Baik dan buruknya seseorang serta hina dan mulianya tergantung pada perjuangannya dalam mengusahakan kemuliaan dan menghindari kehinaan. Seorang mukmin yang kuat dan berilmu, lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari seorang mukmin yang lemah dan tidak berilmu. Dalam Al-Qur’an dijelaskan kriteria manusia mukmin yang kamil atau paripurna insan kamil, disebut tersebar dalam berbagai ayatnya. Kriteria tersebut bisa diusahakan oleh setiap orang, apabila ia menghendakinya. إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتۡ قُلُوبُهُمۡ وَإِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتۡهُمۡ إِيمَٰنٗا وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ حَقّٗاۚ لَّهُمۡ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمۡ وَمَغۡفِرَةٞ وَرِزۡقٞ كَرِيمٞ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka karenanya, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki nikmat yang mulia.” QS. Al-Anfal, [8] 2-4. Ayat di atas menjelaskan bahwa ada lima kriteria bagi orang-orang mukmin sejati yaitu 1 Senantiasa mengingat Allah, 2 Bila mendengar ayat-ayat Allah imannya bertambah, 3 Bertawakkal, 4 Menegakkan shalat dan 5 Menginfakkan sebagain rezkinya. Orang yang senantiasa mengingat Allah di mana saja ia berada, pastilah segala perbuatan dan tindakannya akan terkontrol dengan baik. Segala langkah dan perbuatannya akan selalu disesuaikan dengan petunjuk al-Qur’an dan al-Sunnah. Mereka menyadari betul bahwa dengan berbuat baik sajalah seseorang akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. Mereka yang senantiasa berzikir kepada Allah, akan terlepas dari segala tipu daya Syaitan baik yang halus maupun kasar. Manusia yang telah tertipu oleh kejahatan akan berusaha menjerumuskan orang-orang yang baik dan beriman, karena orang seperti itu telah dikuasai oleh Syaitan. Akan tetapi bila orang-orang yang beriman itu berpegang teguh pada bimbingan wahyu-Nya pasti akan terhindar dari tipu daya mereka. Manusia yang lengah dan berpaling dari mengingat Tuhan, akan tercampakkan kepada kehinaan dunia dan akhirat. وَمَن يَعۡشُ عَن ذِكۡرِ ٱلرَّحۡمَٰنِ نُقَيِّضۡ لَهُۥ شَيۡطَٰنٗا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٞ “Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah Al Quran, kami adakan baginya syaitan yang menyesatkan Maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” QS. al-Zukhruf, [43] 36. Manusia mukmin yang selalu ingat kepada Allah tidak akan kehilangan kontrol pada dirinya dan keseimbangan dalam kehidupannya. Ia akan hidup istiqamah, tidah mudah diombang-ambingkan oleh kekuatan yang berada di luar dirinya. ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ "Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. QS. al-Ra’du, [13] 28. Kriteria mukmin sejati selanjutnya adalah mereka yang apabila mendengar atau memperhatikan ayat-ayat Allah, imannya bertambah kuat. Ayat-ayat Allah yang kita baca atau perhatikan, terdiri dari dua macam, yaitu ayat-ayat Qur’aniyah dan ayat-ayat yang tidak tertulis yang disebut ayat Kauniyah, segala kejadian dan peristiwa yang ada dalam alam semesta. Suasana hati seperti itulah yang membuat Umar bin Khatab menjadi insaf, ketika ia mendengar beberapa ayat al-Qur’an. Umar waktu itu, berniat akan menyiksa adik perempuannya karena masuk Islam, ia merasa tertarik ketika mendengar adiknya membaca awal surat Thaha. Umar kemudian insaf dan segera masuk Islam mengikuti jejak adik perempuannya Fathimah. Tawakkal adalah menyerahkan segala sesuatu kepada Allah setelah berikhtiar semaksimal mungkin yang bisa dilakukan. Manusia mukmin harus bersungguh-sungguh dalam berusaha terlebih dahulu, baru kemudian bertawakkal. Nabi menggambarkan tawakkal dengan usaha terlebih dahulu, sehingga usahanya berhasil, seperti yang dijelaskan dalam hadisnya لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا رواه الترمذي “Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah, dengan tawakkal yang sebenarnya, pasti kamu akan diberi rizki seperti burung diberi rizki. Burung itu terbang di waktu pagi dalam keadaan lapar dan kembali di waktu sore dalam keadaan kenyang.” HR. Tirmidzi, No 2266. Hadits di atas menjelaskan kepada kita perumpamaan dari ikhtiar atau usaha yang dilakukan burung yang kita lihat setiap saat. Burung-burung itu terbang ke sana-kemari mencari makanan dan baru kembali di waktu sore dalam keadaan kenyang. Selain dari kriteria di atas, insan kamil dilengkapi juga dengan kriteria selanjutnya yaitu menegakkan shalat dan menafkahkan rizki yang diperolehnya. Dr KH Zakky Mubarak, Rais Syuriyah PBNU * Tulisan ini dinukil dari Facebook Zakky Mubarak Syamrakh Mukmin adalah seseorang yang beriman dan percaya kepada Allah SWT. Seorang muslim yang taat akan senantiasa menjalankan perintah agamanya. Seorang tersebut memiliki penyerahan sepenuhnya kepada kehendak Allah SWT dan memiliki iman yang kuat di dalam prakteknya, menjadi seorang mukmin sejati sangatlah sulit, dan banyak rintangan serta halangan yang harus dihadapi. Ciri-ciri dari seorang muslim, bahkan sifat sholat seorang muslim, digambarkan begitu jelas di dalam Al-Quran. Berikut ini adalah penjelasan tentang ciri-ciri orang mukmin dan juga ayat-ayat Al-Quran tentang sifat sholat orang mukmin. Ciri-ciri orang mukmin dalam dalam Al Quran yaitu pada surat Al Anfal ayat 2-4 menjelaskan tentang ciri-ciri Mukmin. Sifat-sifat tersebut sudah selayaknya di miliki oleh seorang Muslim agar senantiasa ditempatkan di sisi Allah SWT dan dijauhi dari segala kesukaran di SWT berfirman surat Al-Anfal ayat 2-42. اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙinnamal-mu`minụnallażīna iżā żukirallāhu wajilat qulụbuhum wa iżā tuliyat 'alaihim āyātuhụ zādat-hum īmānaw wa 'alā rabbihim yatawakkalụn"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah kuat imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal,"3. الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۗallażīna yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn"Yaitu orang-orang yang melaksanakan salat dan yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka."4. اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌۚulā`ika humul-mu`minụna ḥaqqā, lahum darajātun 'inda rabbihim wa magfiratuw wa rizqung karīmArtinya"Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka akan memperoleh derajat tinggi di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki nikmat yang mulia."Dalam buku Menikmati Jamuan Allah yang ditulis oleh Syekh Muhammad Al-Ghazali, dijelaskan tentang ciri-ciri orang mukmin dalam surat Al Anfal ayat 2-4, yaitu Memiliki rasa gemetar hatinya kepada Allah SWT Seorang mukmin apabila disebutkan nama Allah SWT, akan muncul rasa takut di dalam hatinya. Perasaan takut tersebut merupakan cerminan dari hatinya yang selalu mengagungkan nama mukmin tidak akan sekalipun melanggar larangan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT, ia juga akan dengan senang hati menjalankan setiap perintah-Nya. Imannya semakin bertambah setelah dibacakan ayat Al-Quran Ayat Al-Quran untuk seorang mukmin adalah landasan serta prioritas utama untuk para muslimin. Mereka akan senantiasa termotivasi dengan ayat-ayat Al-Quran yang dilantunkan, setelahnya rasa iman mereka kepada Allah SWT semakin bertambah begitu juga dengan ketakwannya. Bertawakal hanya kepada Allah SWT Seorang mukmin akan menyerahkan seluruh perkaranya hanya kepada Allah SWT. Tidak ada yang ia percayai selain Allah SWT untuk mengurus segala urusannya. Seorang mukmin percaya dan meyakini bahwa seluruh urusan di dunia ini tidak akan terwujud apabila bukan kehendak dari Allah SWT. Berinfaq di jalan Allah SWT Seorang mukmin akan senantiasa menyisihkan hartanya untuk diinfakkan ke jalan Allah SWT, yaitu jalan kebenaran yang akan menuntunnya semakin dekat kepada Allah SWT. Hharta yang ia infakkan juga akan dikeluarkan dengan ikhlas dan semata-mata hanya mengharapkan ridha Allah dari infaqnya adalah untuk membersihkan harta yang ia miliki serta membersihkan jiwanya dari hal-hal buruk. Mendirikan sholat Seorang mukmin akan melaksanakan atau mendirikan sholatnya dengan sangat sempurna. Sholat yang meraka jalankan sangat khusyuk karena di dalamnya telah memiliki keimanan yang kuat kepada Allah SWT. Sholat wajib maupun sholat sunnah akan mereka kerjakan tanpa gangguan sebab imannya yang sangat luar biasa. Bagi seorang mukmin sejati, sholat merupakan sarana berkomunikasi hamba kepada Allah ayat Al-Quran lainnya, yaitu surat Al Anfal ayat 74 Allah SWT berfirman tentang ciri seorang mukmin yaitu Allah SWT berfirman surat Al-Anfal ayat 74وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْٓا اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌwallażīna āmanụ wa hājarụ wa jāhadụ fī sabīlillāhi wallażīna āwaw wa naṣarū ulā`ika humul-mu`minụna ḥaqqā, lahum magfiratuw wa rizqung karīmArtinya“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan kepada orang Muhajirin, mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki nikmat yang mulia.” Baca Juga Khadijah, Istri Tercinta Rasul Sekaligus Ibu Orang-orang Mukmin Ayat tentang sifat sholat orang mukminilustrasi orang sedang salat ArapoğluDari penjelasan di atas, dikatakan bahwa ciri seorang mukmin adalah yang senantiasa melaksanakan dan mendirikan sholatnya dengan khusyuk. Dalam beberapa ayat Al-Quran pun diterangkan tentang sifat sholat dari seorang mukmin adalah ayat-ayat yang menjelaskan tentang sifat sholat orang mukmin1. Surat Al-Mu'minun Ayat 9وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَافِظُوْنَwallażīna hum 'alā ṣalawātihim yuḥāfiẓụn"serta orang yang memelihara salatnya."2. Surat Al-Ma’arij Ayat 23الَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ دَاۤىِٕمُوْنَۖallażīna hum 'alā ṣalātihim dā`imụn"mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya,"3. Surat Al-Ma’arij Ayat 34وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُوْنَۖwallażīna hum 'alā ṣalātihim yuḥāfiẓụn"dan orang-orang yang memelihara salatnya."Kesimpulannya adalah, seorang mukmin akan senantiasa menjaga dan melaksanakan sholatnya dengan baik. Tidak hanya itu, mereka juga menjaga kekhusyukannya dalam menjalanka pembahasan mengenai ciri seorang mukmin dan ayat Al-Quran tentang sifat sholat orang mukmin. Semoga kita semua dapat menjadi mukmin sejati, amin. Pengertian iman dari bahasa Arab yang artinya percaya. Sedangkan menurut istilah, pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan perbuatan. Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin orang yang beriman sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas. Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah, tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan. Sudah barang tentu semua orang Islam mengaku beriman. Tapi belum tentu semua merasakan bagaimana manisnya iman yang sebenarnya. Rasulullah Saw pernah bersabda tentang bagaimana cara untuk merasakan manisnya iman. Sabda Rasulullah Saw, “Ada tiga hal apabila dimiliki oleh seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman, yaitu Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai ketimbang yang lain, mencintai seseorang karena Allah, dan enggan kembali kepada kekufuran seperti enggannya ia dilemparkan ke dalam neraka." HR. Bukhari Manusia memilki fitrah yang kuat untuk saling mencintai suami atau istri, anak keturunan, harta benda dan lainnya, itu tak dapat dinafikan. Bahkan Al-Qur`an sendiri mengakui kecenderungan tersebut زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ “Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik." QS. Ali Imran 14 Dari hadits Rasulullah Saw tersebut ada tiga hal yang harus kita penuhi barulah terasa manisnya iman Hadits di atas menegaskan bahwa untuk mencapai taraf manisnya iman benar-benar terasa, maka Allah dan Rasul-Nya harus lebih dicintai. Kita memang harus mencintai anak dan isteri, tapi Allah Swt dan Rasul-Nya harus lebih kita cintai. kita dapat dengan mudah mengaku beriman, tapi selama Allah Swt dan Rasul-Nya tidak lebih kita cintai ketimbang yang lain, maka kita belum akan merasakan manisnya iman yang kita akui. Selanjutnya untuk merasakan manisnya iman kita harus mencintai orang lain karena Allah manusia normal, tentu tidak aneh bila kita menaruh cinta kepada seseorang. Namun sebagai orang beriman yang ingin merasakan manisnya iman, kecintaan kepada seseorang haruslah berada dalam kerangka penilaianAllah Swt. Orang yang kita cintai hendaklah orang yang dicintai Allah Swt. Orang yang kita cintai seharusnya orang yang dalam pandangan Allah Swt pantas untuk dicintai. Dan yang terakhir syarat untuk merasakan manisnya iman adalah enggan kembali kepada kekufuran. Ketika dua hal di atas disempurnakan dengan keengganan kembali kepada kekufuran, barulah manisnya iman dapat dirasakan dengan sempurna. Bagi kita yang terlahir sebagai mukmin adalah dengan membenci kekufuran dan hal-hal yang dapat menyeret kepada kekufuran. Supaya kita tidak jatu kepada kekufuran, kita harus meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Dengan cara mengerjakan segala yang diperintahkan Allah Swt serta meninggalkan segala yang dilarang Allah Swt. Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang tiga hal yang harus dimilki baru merasakan manisnya iman. Mudah-mudahan tiga hal tersebut bisa kita tunaikan dengan sempurna. Agar kita bisa merasakan manisnya iman. Aamiin.

bagaimanakah seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna